Panel AI menempel di samping sheet. Tidak perlu copy-paste, tidak perlu pindah aplikasi.
Cara orang memakai AI untuk Excel hari ini: buka browser, buka chatbot, salin sebagian data, jelaskan struktur kolomnya dengan kata-kata, tunggu jawaban, salin rumusnya kembali ke Excel, lalu cek apakah cocok.
Tiap langkah itu peluang salah. Dan karena AI-nya tidak benar-benar melihat sheet-nya, jawabannya sering meleset dari struktur data yang sebenarnya.
Ada, tapi biasanya terikat ke satu penyedia AI, berlangganan per orang, dan datanya harus menyeberang ke layanan mereka. Untuk pekerjaan yang isinya angka penjualan, gaji, atau data klien, itu sering tidak bisa diterima. Yang dibutuhkan AI-nya bisa diganti dan kunci aksesnya dipegang sendiri.
Add-in Excel berupa panel di samping worksheet. AI-nya membaca isi sheet yang sedang dibuka, termasuk sel, rumus, dan tabelnya. Jawabannya diambil dari data yang benar-benar ada di sana, bukan dari penjelasan yang diketik ulang.
Statusnya: bagian membaca sheet dan inti pengeditan sudah diuji langsung di Excel Desktop. Ini bukan produk massal yang dijual di toko add-in. Pemasangannya per klien, menyesuaikan kebutuhan dan aturan data masing-masing.
Prinsipnya bawa AI-nya ke alat yang sudah dipakai orang, jangan menyuruh orang pindah ke alat baru. Pola yang sama berlaku untuk WhatsApp, Google Sheets, atau aplikasi internal yang sudah jalan bertahun-tahun. Yang paling sering bikin proyek AI gagal bukan modelnya, tapi karena orangnya diminta mengubah kebiasaan kerja.
Ceritakan pekerjaan yang masih dikerjakan manual di tempatmu, yang berulang terus dan makan waktu. Nanti kami jawab bisa dibuat otomatis atau tidak. Kalau memang tidak bisa, kami bilang apa adanya.
Ceritakan KebutuhanmuBelum yakin bentuknya seperti apa? Tidak masalah. Ceritakan pekerjaannya saja, soal teknologinya biar kami yang pikirkan.